Custom Search

Minggu, 01 Juni 2008

HAUS

semakin banyak cinta kukecup dari mulut kekasihku, aku semakin haus. semakin banyak hawa cinta dituangkan ke dalam kendi jiwa, aku semakin tak percaya. kuteguk lagi cinta dari pipinya, hausku membara. dia tuangkan ke hati lewat telinga, aku tersenyum haus tak berdaya. lalu kujilat dari keduamatanya, dia terpejam. tidak seperti dulu, satu tetes yang dikecupkan ke bibirku, segar seminggu. dari dua bibir, dua mata dan dua pipinya kukemuti cinta: haus, tak lekas mati. aku pinta satu, dikasih satu kadang seribu: tak percaya. nikahkan aku dengannya.

Tidak ada komentar: